Chapter 18

1136 Kata

TALAK MUDHAF Bukan hanya sekali, tetapi Narendra mengecupnya beberapa kali. Dia sengaja melakukan hal itu di depan Chandra untuk menyerang mentalnya. Mereka tidak mungkin berkelahi di kediaman ibunya. Amarah Chandra mulai tersulut. Dia menarik bahu sang kakak dan menatapnya dengan tajam. “Lo gak usah manas-manasin gue! Percuma aja, itu gak akan ngaruh karena gue tahu itu cuma pura-pura. Niat gue buat ngerebut Naya gak akan berubah!” tegasnya. Narendra tampak menyeringai. “Lo kurang teliti bacanya. Perjanjian pernikahan sandiwara itu otomatis batal kalau diketahui oleh pihak lain. Jadi, apa lo masih mau berharap?” Kedua netra Naya melebar. Dia pun baru mengingat poin tersebut. Bisa jadi, ini yang menjadi alasan Narendra mendatanginya semalam. Perjanjian itu sudah batal. “Pernikahan sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN