Chapter 20

1080 Kata

KEBAKARAN Asap yang terhirup mulai membuat keduanya sesak napas. Narendra mulai terbatuk-batuk dan terpaksa berhenti sejenak. Dia semakin panik ketika melihat ke sekeliling yang nyaris penuh dengan api. “Mas, ayo, buruan!” teriak Chandra sambil terus menutupi hidungnya. Narendra menoleh. Matanya melebar saat menyadari ada sesuatu yang hampir terjatuh dan akan menimpa adiknya. “Chandra, awasss!” Dia berlari dan mendorong tubuh Chandra hingga jatuh. Benar saja, hanya beberapa detik setelah itu, sebuah besi penyangga kabel ambruk. Chandra berhasil selamat walaupun bagian lengan kirinya sempat terbentur dinding cukup keras. “Mas Naren!” Lelaki berambut cepak itu segera menghampiri sang kakak yang sedang berlutut. “Aduhhhh ….” Narendra mengerang kesakitan sambil memegangi kepala. “Lo kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN