PANIK “Astagfirullah!” Chandra berlari mendekat. Rima menyusul di belakang putranya dan begitu kaget melihat Naya terbaring di lantai. Wanita berhijab itu jatuh pingsan setelah sempat membuka pintu unitnya terlebih dahulu. Atas perintah sang ibu, Chandra mengangkat tubuh Naya. Kemudian, dia membaringkannya kembali di sofa. Sungguh sedih melihat wajah sang tambatan hati yang tampak lelah. Selama mengenal Naya, ini kali keempat dia mendapati wanita itu pingsan. “Chan, tolong ambilkan bantal sekalian minyak kayu putih kalau ada!” pinta sang ibu. Lelaki berkemeja abu-abu itu terpaksa harus masuk ke kamar. Dia hendak membuka pintu ruangan sebelah kanan, tetapi terkunci. Kemudian, beralih ke pintu kamar lainnya yang bisa dibuka. Dari aroma yang tercium, Chandra yakin sekali kalau dirinya be

