“Hallo, Assalamualaikum, Ma.” Bina sudah menempelkan ponselnya di dekat teliga dan menjawab panggilan masuk dari mama Haekal. Dirinya juga kembali berdiri di balkon untuk mengamati mobil mama Haekal. Sepertinya mama Haekal belum keluar dari mobil. “Waalaikumussalam, Sayang.” Terdengar suara yang lembut dari seberang. “Bina, kamu lagi sama Haekal?” tanya mama kemudian. “Kalian di rumah?” “Iya, Ma. Bina sama Haekal di rumah kok,” jawab Bina. “Kok telepon mama nggak diangkat ya sama Haekal?” tanya mama lagi. “Ah iya, Ma. Haekal lagi tidur di depan tv dan Bina lagi di kamar. Oh iya, Ma, mama ada di depan rumah ya?” tanya Bina yang penasaran sekaligus untuk memastikan bahwa mobil yang sedang berhenti di depan rumahnya memang lah mobil milik mama. “Iya. Ini mama mau masuk tapi keliatan sepi

