Dua Pagi yang Berbeda

1516 Kata

“Mas, habis nelpon siapa?” tanya Riyah. Doyi yang sedikit gelagapan membuat Riyah semakin penasaran. “Mas?” tanyanya lagi. “Ada, seseorang.” Kemudian Doyi tersenyum dan melipir masuk ke dalam kamar, sebelumnya tadi mereka ada di balkon. Riyah tidak terlalu memikirkan hal tersebut. karena menurutnya, suaminya itu juga butuh privasi yang tidak harus ia ganggu. Hak Doyi juga untuk mau terbuka atau tidak padanya dan Riyah tidak pernah berniat untuk memaksakan. “Riyah ...,” panggil Doyi dari dalam. Riyah langsung masuk dan tidak lupa menutup pintu karena angin cukup kencang, takut jika ada dedaunan atau banyak debu yang masuk. “Ada apa, Mas?” tanyanya. “Kapan mau pindah?” Yang dimaksud Doyi adalah pindah ke rumah ibu dan bapaknya. Benar sekali, yaitu menjadi tetangga Bina. Riyah berp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN