Pagi harinya tidak ada pembahasan mengenai pertunangan, mantu, atau pun pernikahan. Semuanya masih berjalan normal. Mereka bertiga sudah siap di meja makan setelah sibuk menyiapkannya. Yap, betul, pagi ini seperti pagi kemarin, Bina membantu mama memasak. Sedangkan Haekal, ia memilih menyapu lantai dari lantai dua hingga lantai satu. Sudah kebayang betapa pegalnya badan Haekal. Beruntung, Haekal sudah terbiasa melakukan ini semua. Makanan yang tersaji tidak jauh-jauh dari sayuran. Yaitu ada tumis sawi dan telur, ada perkedel brokoli, dan omlete wortel. Semua ini usulan Bina. Karena jika hanya berdua bersama Haekal, mama lebih suka membuat satu menu saja untuk sarapan. Tetapi karena ada Bina, jadi mama ada yang membantu memasak bermacam-macam lauk pauk. "Alhamdulillah," ucap mama setela

