Perasaan dan Perencanaan

1167 Kata

"Kal, gue ikhlas kok kalo lo mau balikan sama Rara." Saat ini memang sedang berangin, tetapi sedang tidak hujan, dan tahu-tahu Bina berkata seperti itu yang membuat Haekal langsung terkejut menatapnya. "Dari pada lo suka sama gue, cinta lo nggak bakal terbalas, Kal." Bina sudah melahap habis es krimnya. Yang ada di tangannya kini tinggal kertas pembungkus yang sudah ia remas dalam genggamannya. Sepertinya memang lebib baik seperti ini. Walau Bina menyayangi Haekal, tetapi dirinya tidak mencintai Haekal layaknya perempuan terhadap laki-laki. Bina juga mengaku salah, ketika Haekal tergoda dengan kehadiran Rara yang bahkan jauh lebih awal mengenal Haekal dibandingkan dirinya. Bina tidak seharusnya marah atau ngambek ketika Haekal berbicara tentang Rara. Karena tanpa Bina sadari, hal itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN