Setelah melakukan acara kumpul bersama perpisahan antara tetangga dan saling meminta maaf. Akhirnya Kenric dan Daisy pergi meninggalkan rumah yang banyak meninggalkan kenangan bersama keluarga kecil mereka. Apalagi saat itu mereka memiliki Sean. Kenric menghapus air matanya saat menyetir mobil menuju kediaman mereka yang baru. Ia tidak bisa pungkiri jika hatinya begitu merindukan putranya Sean. Ia tidak pernah bayangkan jika hidupnya berakhir seperti ini. Tuhan masih menyayanginya dengan meninggalkan Daisy dalam hidupnya. Meskipun Zwetta saat ini masih dalam hukuman penjara mereka seperti sudah jauh dari wanita itu. Daisy memandang sang ayah yang terlihat sedang muram. "Ayah its okay?" tanya Daisy menoleh memandang ayahnya. Kenric menatap putrinya lalu mengangguk. "Ayah hanya sedang mer
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


