“Kalian sudah menemukannya?” Arkana terdiam sebentar, khusyuk mendengarkan jawaban seseorang dari ujung sambungan. “Kerja bagus! Nanti akan kuhubungi kembali.” “Kau ada urusan?” tanya Jelita begitu Arkana mematikan sambungan teleponnya. “Tidak.” “Benarkah? Tapi sepertinya tidak seperti itu.” Arkana hanya mampu menggeleng tak habis pikir saat raut Jelita kini seolah-olah tengah menginterogasinya. Gadis itu lancang menuduhnya, padahal tak mengetahui apa pun tentang isi percakapan yang baru saja dilakukan Arkana dengan seorang anak buahnya. “Padahal kau tidak perlu repot-repot untuk mengantarku.” Jelita kembali mendumal saat membuka sabuk pengamannya. Saat ini mobil Arkana sudah menepi di depan panti. Pria itu menepati janjinya untuk mengantar Jelita pulang. Malam sudah menyambut saat i

