Satu minggu kemudian, Angel menemui Neandro yang menyerahkan diri pada polisi. Dia menatap Neandro yang tersenyum padanya. Pada sebuah meja di lokasi yang di awasi mereka saling menatap dalam diam selama beberapa saat. "Apa kau bodoh?" Neandro hanya melihat jejak amarah di mata Angel. "Itu adalah yang terbaik," "Aku memberimu sesuatu hanya untuk menggertaknya. Tapi siapa yang menyangka bahwa kau akan benar-benar melukainya." Neandro terkekeh. "Aku tak bisa membiarkannya begitu saja setelah semua yang dia lakukan padaku. Aku juga tak bisa membiarkan dia berkeliaran di sekitarmu." Tatapan Angel menyipit. "Jadi apa yang harus aku lakukan?" "Aku menyerahkannya padamu. Angel, kau tahu bahwa aku sangat bersalah. Aku tak bisa meminta sesuatu lagi padamu, tapi jika ini soal Cealin, k

