Chapter 27

1145 Kata

Langkah panjang itu dipercepat saat wanita yang ia panggil sejak tadi tak menoleh padanya. Padahal, ia sudah berteriak memanggil namanya. Untungnya, sikembar sudah tertidur dikamar mereka masing-masing. "Ra," panggilnya lagi. Kali ini dengan nada super lembut. Ia menghela napas panjang dan memeluk istrinya itu dari belakang. Setelah mengikuti langkah istrinya itu yang bisa terbilang cepat, akhirnya dia berhenti dibalkon kamar. Masih dengan baju yang sama, istrinya itu bertumpu pada pagar balkon kamar. "Kenapa?" Tanya David perlahan. Ia mengelus perut Zira perlahan. Tak lama, ia merasakan tubuh istrinya itu bergetar dengan suara isak tangis yang semakin membesar. Dengan cepat David membalikkan tubuh Zira. Ia melihat wajah Zira yang menunduk sembari terisak pelan. "Hey, ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN