____________________________ Wajah Arni kini sudah pucat dan menahan tangis namun Bella tidak menyadarinya, dia masih mengoceh dengan wajah cerianya. "Dan lo tau? Sekarang Bebas!!! Free Class woy!! Ah! Gue seneng!! Tiap hari dah ntuh Guru rapat biar semuanya sehat batin jasmani dan rohani!" Bella masih nyerocos tanpa henti dan sesekali menepuk pundak Arni. "Kkok B-bisa?" "Bisalah! Kan Rapat!" "K-kenapa? Kenapa g-gue??" Nada suara Arni menjadi sedikit kaku dan bergetar dengan pandangan kosong ke depan. Bella yang mulai menyadari arah pertanyaan Arni, langsung panik dan menggoyangkan tubuh Arni. "Ni-ni? Halo? Lo-lo ga papakan?" Bella khawatir, ia takut salah bicara terhadap sahabatnya itu, tapi ia juga ingin menyampaikan perihal yang tadi agar tidak ada kesalahpahaman antara OSIS d

