Seno sangat sadar kalau belakangan ini ada yang salah dengan dirinya. Bukan penyakit atau kelainan pada tubuh, bukan sama sekali. Melainkan hatinya yang mendadak terserang aliran listrik aneh setiap kali memikirkan Anya. Bukan hanya sengatan listrik rasanya, tapi otak Seno juga mendadak korslet tiap kali bayangan gadis cantik itu melintas dalam benaknya. Ini salah, jelaa-jelas salah. Karena Anya adalah orang yang ia pekerjakan untuk membuntuti Yosa yang notabene calon tunangannya, calon pasangan hidupnya. Kalau sampai hati Seno malah berbelok pada Anya, tentu saja itu tak sesuai dengan jalur yang semestinya. "Nih Gan, berkas yang lo minta langsung gercep gue dapetin kan?" suara Hanif yang meletakkan beberapa map di meja kerja Seno, membuat pria itu memutar kursi seketika. "Weeh, cepet ba

