"Kenapa nggak ada yang bilang ke gue sih kalau mamanya Anya pulang lebih awal?" semprot Seno begitu masuk ruang kerjanya. Baru saja selesai dengan rapat yang sedikit alot, Seno sudah disambut dengan kabar bahwa Anya dan ibunya pulang lebih awal dari jam yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Hanif berdecak sekali, lalu menghempaskan bokongnya untuk duduk di hadapan Seno. Mengamati sahabat sekaligus atasannya itu. "Mana gue tau juga, Gan. Udah prosedur dari rumah sakit kali. Setiap kunjungan dokter utama selesai, pasien memang diizinkan langsung berkemas pulang kan? Barusan banget kok kata Sesil, mungkin belum ada setengah jam," seru Hanif menyebutkan salah satu nama petugas resepsionis di bagian depan rumah sakit. Seno memanyunkan bibir tak langsung menjawab. Meski tampak sedikit kesal, pri

