Terdiam untuk beberapa detik, akhirnya Anya sadar kalau perempuan cantik di depannya adalah Yosa. Yosanna Andriani, model kenamaan yang lain adalah target yang pernah ia buntuti selama beberapa waktu. Juga seseorang yang berhasil membuat kacau hidupnya. Anya tak menyalahkan Yosa sepenuhnya, karena sadar akan campur tangan Tuhan dalam garis takdirnya. Namun tetap saja ada ganjalan di lubuk hati terdalamnya. "Revanya," ulang Yosa meminta perhatian. "Bisa kita bicara? sebentar saja." Yosa menahan pelan lengan atas Anya saat gadis berambut panjang itu keluar dari lift dan hampir melewatinya dengan tatapan tak bersahabat. "Saya sibuk," jawab Anya sangat singkat. Sambil melirik sinis, gadis itu masih sempat membenahi anak rambutnya yang keluar dari ikatan. "Please, Reva," ujar Yosa kembali me

