Perjalanan dari Makassar ke Surabaya memakan waktu tak sampai dua jam. Namun bagi Anya menjadi waktu tunggu yang paling lama sepanjang hidupnya. Begitu sampai di bandana Juanda sudah ada Pak Mul, supir pribadi yang sebelumnya dihubungi Seno. "Saya bawa Mobil sendiri, Pak Mul. Njenengan hubungi taksi atau Abdul ya?" titah Seno pada Pak Mul saat pria paruh baya itu mengulurkan kunci mobil. "Siap, Mas," angguk beliau lantas mundur dua langkah setelah membukakan pintu penumpang untuk Anya. Anya mengangguk sekali sembari mengucapkan terima kasih. Meski sempat kagum dengan Seno yang bergerak cekatan menyiapkan ini dan itu untuk kepulangan mereka berdua, Anya tak punya banyak waktu untuk menakar kuasa seorang Senopati Rajata yang seolah hanya butuh hitungan detik untuk menggerakkan orang-orang

