Ternyata Hanif tak membual perihal ia yang berpapasan dengan Anya di depan lift lantai tiga. Seno yang baru saja turun lewat tangga darurat, sempat melihat dengan jelas wajah sumringah Anya saat bercipika-cipiki ria dengan tiga temannya. Dua orang gadis dan seorang pria menjulang yang memang nampak macho dan gagah dengan postur tinggi. Semoga saja tebakan Seno benar, kalau ketiga orang itu hanyalah teman biasa bagi Anya. Karena mendadak saja, Seno merasa tak nyaman saat menyaksikan sendiri Anya tersenyum lebar ketika menatap si pria jangkung dk sebelahnya itu. "Haii, ketemu lagi." Seno memberanikan diri mendekati Anya setelah memastikan ketiga temannya masuk ke dalam lift dan menghilang pergi. "Eh, Mas Seno." Anya menoleh dan hanya tersenyum tipis kala menanggapi sapaan Seno. Bahkan waj

