19 - Para Playboy

1352 Kata

Sudah empat hari Anya menemani sang ibu yang dirawat intensif di rumah sakit. Mau tak mau ia harus mengatur ulang jadwalnya sebagai pembawa acara pernikahan di Bliss Wedding, juga jadwal bertemu dengan mahasiswa yang membantu mengerjakan skripsinya. Bukannya kesal atau tak rela, tapi terkadang Anya sendiri yang merasa tak enak hati karena perubahan jadwal yang mendadak. Bersyukurnya ia karena rekan-rekannya mengerti. Tak banyak kerabat Anya dan sang ibu yang tinggal di Surabaya. Karena sebagian besar masih tinggal di tanah kelahiran sang ibu, Batam. Kerabat dekat dari jalur ayah Anya, Ruben, sempat datang menjenguk, namun tak banyak. Biarlah sudah, pikir Anya. Toh, Anya sudah sangat terbiasa hidup hanya berdua dengan Endang hampir sepuluh tahun lamanya. "Anyaaaa!!" pekik beberapa suara d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN