43. Makan siang dengan Si Sayang

1537 Kata

"Kenapa mukanya cemberut begitu, Mas?" Arafi yang tadinya kesal bukan main langsung tersenyum senang mendengar Nares memanggil namanya dengan sebutan Mas. "Engga apa-apa, tadi ada yang bikin mood anjlok," jawabnya. Ia berjalan mendekat dan duduk di samping Nares yang sedang sibuk membuka rantang yang dibawanya dari rumah. "Kamu dari ruangan sampe kesini nenteng-nenteng rantang?" tanya Arafi. Nares mendongak sambil tertawa kecil. "Iya, tapi kan ini rantangnya aku masukin ke paper bag," jawabnya. Ia menyerahkan satu bagian rantang yang sudah berisi nasi dan lauk ke arah Arafi. "Habisin ya, kalau engga habis aku engga mau masakin lagi," ancam Nares. Arafi tertawa kecil mendengar ancaman dari istrinya itu. "Iya, Sayang. Aku pasti habisin kok," balasnya. Nares langsung menunduk malu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN