"Sial!" Arafi menjatuhkan kepalanya di atas meja makan. Tadi saat bangun tidur, dia berinisiatif untuk membuat sarapannya sendiri. Hanya pasta yang dia buat dari pasta instan yang ada di lemari dapur. Hanya membaca cara membuatnya, Arafi yakin jika itu akan mudah. Namun setelah dirinya mencoba, yang terjadi adalah mie nya yang terlalu lembek karena Arafi meninggalkannya tadi untuk mandi. Dan sekarang yang tersedia di hadapannya benar-benar tidak layak untuk dimakan. Bahkan meskipun masih bisa disantap, Arafi sudah tidak memiliki nafsu induk menyantapnya. "Padahal pas lihat Nares bikin, kayaknya gampang. Ini karena aku ceroboh ninggalin mandi sebentar tadi," keluhnya. Ia menatap ke arah jam dinding, sudah tidak sempat jika harus membuat sarapan lagi. Maka akhirnya Arafi memutuskan untu

