"Hubungan kamu sama Nares baik?" Arafi mengunyah pelan makanan di mulutnya. "Baik, Bang. Emang kenapa?" tanya Arafi. Beberapa hari yang lalu Nares baru saja pulang dari Bandung. Istrinya itu membawakan oleh-oleh untuk Duta dan juga Andin maka hari ini Arafi sengaja datang ke rumah Abangnya pagi-pagi buta untuk mengantarkan oleh-oleh itu. Dan karena dia sudah datang, maka kedua kakaknya itu menawarkan dirinya untuk sarapan bersama yang tidak Arafi tolak. Rencananya tadi setelah mengantarkan oleh-oleh itu dia akan makan di pinggir jalan saat akan berangkat ke kantor karena Nares juga tidak memasak dan mereka berjanji akan bertemu saat makan siang saja. Makanya Arafi menerima tawaran kedua kakaknya tanpa sungkan setelah berpikir jika akan merepotkan saat dia harus berhenti hanya untuk sa

