"Waalaikumsalam!" Arafi terperanjat saat sebuah suara itu terdengar. Ucapan yang menyindirnya karena dirinya masuk tanpa mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum," ucap Arafi pelan sambil membuka sepatunya. Agak keki karena disambut sindiran saat ia baru saja masuk. Saat ia mendongak, Nares yang mengenakan pakaian rumahan sudah berdiri di depannya dengan tangan terulur. Kali ini Arafi langsung mengulurkan tangannya juga yang langsung dicium Nares. "Kamu pulang cepat," katanya pada Nares. Istrinya itu mengangguk sambil berbalik kembali ke arah dapur. "Karena aku harus udah di rumah pas kamu pulang," jawabnya. Jawaban yang diucapkan dengan santai itu justru membuat Arafi terdiam. Dia sangat tahu bahwa pekerjaan Nares lebih banyak darinya, ditambah dengan jabatannya itu Nares pasti punya j

