53. Takdir baru

1588 Kata

Sudah helaan nafas yang ke berapa? Arafi bahkan merasa jengah dengan dirinya sendiri yang sedari tadi terus saja menghela nafas tanpa henti. Ini berat, sungguh! Kalaupun Arafi selama beberapa hari ini berusaha tenang di depan Nares, itu semua hanya agar Nares tidak terbebani dengan keinginan terpendam milik dirinya. Tidak apa-apa kehilangan calon anak karena belum pernah melihat? Omong kosong! Siapa yang tidak akan terluka kalau harus melepas sosok yang nantinya akan mewarisi sebagian sifat dan ciri fisik tubuhnya? Seorang anak yang akan identik dengan dirinya di masa depan, seorang anak yang akan meniru segala perilakunya ketika tumbuh besar. Jangan bercanda! Bagaimana hal seperti itu tidak membebani Arafi? Itu hanya pura-pura saja hanya untuk membuat Nares tenang. Dan setiap dia berad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN