Bab 22

1223 Kata

[Nadia POV] Baru saja aku membaca buku tulisan tangan Fiersa Besari satu bait yang sedang menggambarkan isi hatiku saat ini. Jatuh hati tidak pernah bisa memilih Tuhan yang memilihkannya Kita hanyalah korban Kecewa adalah konsekuensi Bahagia adalah bonus -Garis waktu – Harus ku akui seberapa besar usahaku untuk membenci dirimu tidak akan pernah menang dengan rasa yang terus berusaha membuat ukiran senyum diwajahmu. Betapa, betapa senangnya aku saaat bisa melihat senyuman merekah dari wajahmu itu seperti mood boosterku sendiri. "Apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" tanyanya setelah memijat perutku. Tadi pagi aku mengalami kram perut. Ah sungguh menyebalkan rasanya ditambah malu yang tertumpuk saat dev mendapatiku terguling-guling dilantai depan tv. Tempat favoritku un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN