[Deva POV] Aku sedikit ragu untuk membiarkan nadia seorang diri disana, dia kuajak keluar namun tidak kubawa sampai kerumah. Seperti manusia tidak bertanggung jawab jika dipikir lebih lanjut ditambah aku juga tidak melihat nadia setelah dia pamit untuk kekamar mandi. "Mas, kamu mikirin apa?" Tanya intan yang memerhatikanku sejak tadi. Aku menggeleng kuat, "Tidak ada, mas takut kalau nanti ibu berkata kasar lagi sama kamu atau bertengkar," dustaku demi menjaga perasaannya agar tidak tersinggung. "Gapapa, jangan dipikirin dulu lagian kita belum ketemu sama ibu. Aku juga punya kamu mas yang selalu ada disampingku dan nemenin aku." Intan tersenyum lembut kemudian menempel dipundakku. Mendengar perkataannya aku sekarang mengerti bagaimana dulu nadia terus ingin bersamaku, jangankan du

