Aku agak terharu dengan kejujurannya. Seorang Takiga yang biasanya memiliki harga diri setinggi langit, bisa galau juga karena aku tolak. - HAPPY READING - Keputusan untuk menolak Takiga, agaknya sangat mempengaruhi caranya memperlakukanku. Terhitung sejak hari itu, tatapan datar minim ekspresi Takiga berubah semakin parah. Ia benar-benar berusaha keras tidak mengacuhkanku. Bahkan ketika aku bertanya mengenai apa langkah selanjutnya setelah menemui Mr. Pon—investor yang kami temui kemarin, ia hanya menjawab dengan sebuah dehaman singkat yang sama sekali tidak menjawab apa-apa. Padahal, Mr. Pon meminta Takiga mengirimkan sampel koleksi yang akan diluncurkan bulan depan, juga surat kontrak perjanjian kerja sama secepatnya. Kedua hal itu sangat penting bukan? Akan tetapi, Takiga tampak tid

