22

1749 Kata

Syettt, anak panah yang dialiri sengatan petir dan racun itu tepat menusuk d**a keduanya tepat mengenai daerah jantung. Diiringi dengan isak tangis Zayn yang menggema seisi ruangan keduanya menahan sakit dan memeluk lebih erat lagi, darah pun keluar dari mulut keduanya. Hal itu sungguh menyesakkan untuk Malton dan Louren. Malton menundukkan kepalanya ia benar-benar penuh tekanan. Louren menatapi Fassy dengan air mata yang sudah mengalir semenjak tadi. “Louren, jaga Zayn” lirih Fassy yang memegangi ujung anak panah di dadanya kemudian tersenyum dan menutup matanya Zarkye pun menatapi Louren “Tolong ya” ia pun menutup matanya dan keduanya terlentang begitu saja di lantai dengan darah yang mengalir di d**a dan bibirnya. “Agh” teriak Malton dengan tersungkur dengan air matanya yang sudah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN