Bab 23. Kenangan Itu

1601 Kata

SEAN-- Selama ini aku sering bertanya kenapa setiap bangun tidur, aku tidak mengingat bunga dalam mimpiku. Sampai terkadang aku berdoa agar Tuhan membuatku mengingat mimpiku semalam. Namun, hari ini aku tahu, Tuhan sengaja membuatku lupa akan mimpiku karena ingin menjaga hatiku. Mungkin, semalam aku sudah bisa melihat apa yang akan aku dapati hari ini. Dan sudah bisa dipastikan, aku sudah akan menangis dari tadi pagi. Aku benci berlari. Sumpah! Tapi kali ini, aku benar-benar berlari dengan sepenuh hati. Aku bahkan berharap bisa berlari lebih jauh lagi, agar bisa sedikit saja membuatku lupa akan apa yang baru saja aku lihat. Agar aku lebih fokus dengan kelelahanku, hingga bayangan Elang memeluk sahabatnya itu … hilang. Langkah kedua kakiku terhenti di belakang gedung perpustakaan. Kedu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN