ELANG Aku nyaris menghentikan langkah begitu memasuki lobi perusahaan milik Tantra dan Restu, kemudian melihat beberapa orang yang sangat tidak asing di mataku. Bola mataku dengan sendirinya menyisir—mencari keberadaan seseorang yang kemungkinan besar juga ada di tempat ini—melihat beberapa temannya terlihat di depan sana. Sedang berbincang dengan Tantra dan juga Restu. Aku mengernyit. Sejak kapan mereka jadi seakrab itu?? Mereka bahkan bisa tertawa bersama. Tarikan di lengan membuatku menoleh. Aku memang akhirnya datang bersama istriku. Mengenakan kembali topeng suami yang sangat mencintai istrinya. Maya bergelayut manja di lengan kananku. “Kok … ada mereka??” bisik Maya. Kurasa aku tahu siapa ‘Mereka’ yang Maya maksud. Rupanya Maya juga sudah melihat keberadaan para sahabat Sean. “

