Author POV Sean menguap. Menutup mulut yang terbuka dengan telapak tangan. Dia masih mengantuk. Salahkan saja teman-temannya yang membuatnya sampai di rumah subuh tadi, dan sekarang dia sudah berada di rumah sakit. Menjalankan tugasnya sebagai salah seorang dokter di tempat ini. Sean bersyukur hari ini tidak terlalu banyak pasien, hingga ia bisa beristirahat lebih cepat. Wanita itu meringis sembari jemarinya memijit pelipis. Pening. Sean merasakan kepalanya pening karena kurang tidur. Gara-gara pertemuan mereka dengan mantan bapak kos yang masih bujang, Ruri dan Dian tidak membiarkan dirinya berada satu mobil dengan Pipin—sendirian. Dua orang sahabat wanita itu merangsek ikut masuk ke dalam mobil Pipin. Membiarkan Ding, dan Hermit berdua. Dan hasilnya—Sean tidak bisa memejamkan mata da

