Bab 21. Terikat Kontrak

1609 Kata

SEAN-- Bagiku, kembali bertemu dengan mereka adalah kesenangan tersendiri, selain kegiatanku di rumah sakit atau berkumpul dengan para sahabatku—yang gesreknya tidak ada obat. Melihat mereka tertawa lebar, membuatku ikut melengkungkan bibir. Bagaimana bisa, aku tidak senang berada di antara malaikat-malaikat tak bersayap ini. Senyum mereka tulus. Tidak ada yang mereka sembunyikan. Tidak seperti para orang dewasa yang bisa saja tersenyum di depan kita, tapi mencebik di belakang kita. “Ka-ka-ka-kak-Dokter ….” Segera kuturunkan pandangan mata yang sedari tadi masih terarah ke depan. Di depan sana, Dokter Ana sedang menunjukkan bagaimana cara menyikat gigi yang benar—dengan bantuan manekin tentu saja. Senyumku mengembang mendapati gadis kecil dengan kedua pipi bulat memerah. Rambutnya di i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN