Bab 15. Sang Penyelamat

1575 Kata

SEAN- “Lo ngapain di sini, kayak gembel lontang lantung!!” Aku seketika mendelik. Senyum lebar yang sedari beberapa detik kusungging untuk menyambut kedatangan orang yang aku anggap pahlawanku kali ini—sudah lenyap seketika. Yang ada, kuayunkan tas ku untuk memukul tubuh salah satu sahabatku ini. “Ponsel lo.” Kuulurkan tangan kanan ke depan—dengan telapak tangan di atas. Pipin menatapku kebingunan. “Ponsel lo, Pin … mana???” ulangku sekali lagi. “Ngapain minta ponsel gue?? Lo kehabisan duit?? Mau jual hape gue??” Pipin sudah melotot ke arahku. Aku berdecak kesal. “Ya … mau gue jual, buat beli hape second, sama dompet baru,” kesalku, sembari membalas pelototan sahabatku. Kening piping mengernyit. Sebelah tangannya merogoh saku celana bagian kanan. “Lo lagi bercanda kan, Sean??? Ngap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN