Aku terlelap, sedangkan mas Hendrik berada di samping ku, aku tidak tahu apa yang dia lakukan yang pasti sejak dia menyuruh ku tidur aku memilih tidur tanpa berdebat. Sebagai istri yang tidak sempurna saat ini bagiku memilih untuk menurut adalah hal terbaik. Aku tidak perlu lagi berkata a i u e o, cukup mengiyakan maunya selama itu benar dan masuk akal. Berdebat pun percuma hanya akan memancing keributan dan aku tak mau itu. Entah di menit ke berapa sejak aku tidur aku merasa sebuah lengan meraba tubuhku. Secepat kilat aku membuka mata, aku tidak mau jin itu menggangguku dengan menyetubuhi diriku seperti hari yang lalu. Aku tidak mau itu terjadi lagi. Setengah terpejam aku melihat mas Hendrik telah duduk sambil tersenyum. "Kamu baik-baik saja kan sayang? " tanyanya padaku. Ak

