Mas Hendrik bilang padaku ia ingin datang langsung menemui nenek di Kalimantan, ia ingin sekali berbincang dan tahu apa sebenarnya upaya setan terkutuk itu. Apa penangkalnya dan bagaimana cara memusnahkan nya. Mas Hendrik sudah muak dengan semua tipu daya setan itu padaku. Sudah berbulan-bulan memang dan sepertinya semua pengobatan yang kami upayakan belum ada hasil. Sebentar berhasil kemudian kembali ke titik nol lagi dan kami harus berobat lagi, mengeluarkan uang lagi. "Bagaimana, kamu bersedia kan? " Tanyanya padaku dengan wajah sunggu-sungguh. Aku menangkap keseriusan luar biasa di matanya. Ia tidak main-main akan kalimatnya. "Ke Kalimantan itu butuh biaya banyak, Mas. " Kataku mencoba mengalihkan ambisi dan inginnya. "Aku yang siapkan semuanya, kamu tinggal bilang " Iya" saja

