Setibanya di lantai atas Ailee segera mendekatkan diri ke arah pintu. “Mike, kau bisa mendegarku?” panggilnya. Mendengar suara Ailee, satu benturan menghantam dari balik pintu sebagai jawaban. “Buka pintunya, jalang!” “Oh, jadi kau yang ada di sana,” sahut Ailee memberanikan diri untuk terus bicara. “Berikan anak itu padaku!” “Bukankah kau seharusnya sudah mati?” tanya Ailee tanpa menghiraukan raungan dan makian yang terlontar dari balik pintu di depannya. “Kenapa kau bisa ada di tubuh suamiku?” “Kalian semua bodoh,” jeritnya yang kemudian disusul dengan tawa. “Saat kalian berusaha menyakitiku dan membuatku hampir mati, Michael datang dan memberiku peluang. Apa yang kalian pikir adalah aku saat itu hanyalah sebagian diriku yang tertinggal karena alat sialan itu.” Mengingat kejadian

