DUA PULUH EMPAT

1798 Kata

Seulas senyum terukir apik pada wajah cantik cewek yang tengah mengenakan hoodie hitam itu. Ia tersenyum bukan karena bahagia. Melainkan merasa konyol atas apa yang beberapa menit lalu baru saja didengarnya. "Aku ingin melihat anakku bahagia. Apa itu salah?" Ucapan itu kembali terngiang di kepala Septa. Memangnya selama hidup dengannya Nandeka tidak bahagia ya? Tapi kenapa semua ini baru terungkap sekarang? Saat Septa sudah benar-benar berhasil mencintai Nandeka sepenuhnya. Saat ia sudah menghilangkan nama sang cinta pertama dan digantikan oleh cowok yang saat ini menjadi suaminya. Kenapa baru sekarang? "Saking pengennya ngelihat Nandeka bahagia, aku sampai nyaranin dia cerai aja." Dan satu kalimat itu terngiang, berputar memenuhi pikiran Septania. Cerai, katanya? Cerai menurut KBB

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN