Ibu: Septa setelah anter Cilla kamu langsung pulang ya. Temenin Ibu di rumah. Centang dua biru. Sudah satu jam yang lalu pesan itu masuk ke ponselnya, tapi si empu baru membaca. Sudah satu jam Septa dan Tomy kembali dari bandara. Dan seharusnya si cewek pulang untuk menemani Grace yang mengeluh sakit kepala. Sebenarnya wanita renta itu sudah mengeluh sakit sejak beberapa waktu lalu. Ia sering mengirimi sang putri berbagai macam pesan pun bolak-balik menghubunginya-meminta Septa pulang. Tapi, Septa selalu menghindar. Cewek itu malas menemui ibunya. Luka masalalu adalah alasan di balik sikap tidak peduli Septa pada ibunya. Luka lamanya belum kering. Bahkan sampai sekarang ia masih mengingat perlakuan kejam Grace. Rasa sakit hatinya juga belum hilang. Masih tersimpan apik di memori cewek

