Deri tiba di rumah tepat pukul 11 siang. Langkah dan gerak geriknya terlihat santai. Tiba di lantai atas dilihatnya pintu kamar orang tuanya terbuka dan tampak sang Mami sedang bersolek di depan meja rias. Walaupun sudah paruh baya tetap saja ia peduli penampilannya. "Mi..." Deri memanggil ibunya. "Akhirnya kamu pulang ke rumah." Bu Ratih menoleh sekilas ke arah Deri yang berjalan mendekat ke arahnya. "Mami, sebaiknya perjodohan aku sama Raisya dibatalkan saja." Ucap Deri to the point. Pemuda bertato itu lalu menjatuhkan bokongnya di sofa dekat ibunya. Sejak kemarin ia sudah merencanakan pembahasan ini dengan matang. "Udah Mami batalkan!" Bu Ratih menjawab seraya membuka tutup lipstiknya. Ia asyik dengan peralatan make up-nya. "Alhamdulillah," Deri tersenyum bahagia. Tidak disangka ib

