Kemarin sore Ambar baru tiba di Yogyakarta. Untuk pertama kalinya ia mudik menggunakan pesawat terbang. Itu pun berkat paksaan Deri. Ambar memang lebih senang menggunakan kereta api karena ia bisa menikmati pemandangan. Selain itu ia pun bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan penumpang lainnya. Gadis ini memiliki jiwa sosial yang tinggi. Siang ini, ia baru saja kembali dari pasar setelah membantu pamannya menarik pick up mengantar hasil kebun. Ambar mengelap keringat dengan ujung kaosnya. Tak lupa membetulkan ikatan rambutnya yang hampir lepas, setelah itu ia berjalan ke arah dapur mengambil air minum sebelum melanjutkan langkahnya menuju halaman belakang rumah. Di sana tampak ayahnya sedang duduk di bangku sambil memegang pisau raut. Di bawah bangku banyak terdapat potongan bambu. P

