"Hallo Deri bagaimana kabar kamu?" Pierre menyapa Deri dengan senyuman lebar, sok kegantengan. Hal itu membuat Deri Illfeel seillfeel illfeelnya, ingin rasanya Deri memberikan tinjuan keras di wajah tampan pria asal Prancis itu, kalau perlu sampai bonyok supaya tahu diri. "Ada hubungan apa kalian berdua?" Bukannya memberi jawaban Deri malah menpertanyakan status keduanya. Deri mulai berpikiran buruk. "Ambar calon..." Kalimat Pierre terpotong. "Saya sama Pierre ndak ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman," Ambar memberikan klarifikasi. Entah mengapa ia tidak ingin Deri berburuk sangka, padahal ia bisa saja mengaku-ngaku ia ada hubungan dengan Pierre agar Deri cemburu atau Deri menjauhinya. "Ambar...please kita harus bicara," Deri menatap gadis pujaannya yang telah lama menghilang.

