Arkan berlari secepat mungkin di lorong rumah sakit dengan diikuti oleh Arsen di belakangnya. Kedua tangan Arkan langsung membuka dua daun pintu ruangan yang menghubungkan khusus dengan ruangan di mana Nesya berada. "Apa gak ada yang tau, Sen?" Tanya Arkan lirih saat melihat tidak ada orang di depan ruangan Nesya. Arsen mengurungkan niatnya untuk berbicara ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Melihat seorang dokter laki-laki keluar dari ruangan di mana Nesya berada, Arkan langsung menghampiri dokter tersebut. "Bagaimana keadaan istri saya dok? Anak saya?" Tanya Arkan dengan menatap lekat dokter tersebut. Dokter setengah paruh baya menatap Arkan dengan tatapan putus asa. "Dok? Bagaimana keadaan istri dan kandungan istri saya? Semuanya baik-baik saja kan?" Tanya Arkan sedikit e

