Pagi harinya, Nesya menatap wajah tampan yang ada dihadapannya sejak beberapa menit yang lalu. Wanita itu mengelus-ngelus pipi Arkan dengan lembut sambil terus memperhatikan wajah Arkan yang masih terlelap. Setelah puas memperhatikan wajah Arkan, Nesya sedikit mengangkat tubuhnya dan mulai mengecup bibir Arkan, tidak hanya sekali namun berkali-kali. Setelah puas mencium bibir Arkan, Nesya memeluk tubuh kekar Arkan dan menempelkan pipinya di d**a bidang laki-laki tersebut. Mata Nesya terbelalak lebar dan sedikit membuka mulutnya karena terkejut ketika merasakan tangan Arkan yang melingkar di pinggangnya mulai mengerat seraya mengelus punggung nya. Mati gue! Dan dari situlah, Nesya langsung sadar bahwa Arkan sudah bangun, namun sejak tadi Arkan masih menutup matanya dan membiarkan aksi Ne

