Nesya terbangun dari tidurnya ketika pipinya di cubit oleh seseorang. Arkan tersenyum lebar saat matanya dan mata Nesya saling bertemu. Arkan terkekeh saat melihat Nesya menunduk malu. "Selamat pagi, wanita ku." Ucap Arkan, Nesya menarik selimut sampai ke mulutnya untuk menyembunyikan senyum yang mengembang di bibirnya. "Tangan kamu, Arkan!" Kata Nesya tanpa menatap laki-laki itu. Arkan kembali terkekeh melihat wajah Nesya yang sudah memerah. "Kenapa sama tangan aku? Apa dia nakal? Perasaan dari tadi tangan aku di luar selimut terus." Nesya langsung menatap Arkan dengan menyipit. "Pinter banget ngeles nya!" Kata Nesya, Arkan hanya tertawa lalu mencium kening Nesya. "Kamu gak mandi?" Tanya Arkan sambil mengelus pipi Nesya. "Emang kamu udah mandi?" Arkan menggeleng seraya tersenyum. "

