Arkan menghela nafas melihat sikap Nesya. "Yuk, kita ke rumah Mami. Ntar keburu siang lho." Kata Arkan berusaha tenang menghadapi sikap keras kepala Nesya. "Aku kan udah bilang, aku gak mau pergi sebelum kamu nyanyi! Pokoknya nanyi!" Ucap Nesya seraya menghentak-hentakkan kaki nya. "Aku gak bisa nyanyi sayang, nanti-nanti aja ya kalo soal itu. Kita pergi sekarang yuk?" Ajak Arkan sembari mengelus kepala dan pipi Nesya. "Kenapa kamu hari ini banyak maunya? Masih pagi tiba-tiba aja kamu pengen makan pizza, abis itu kamu ngajak aku untuk ke rumah Mami. Tapi sekarang kamu malah nyuruh aku nyanyi, aku gak bisa nyanyi sayang. Yuk kita pergi?" "Pergi aja sana sendiri!" Nesya menjauhkan kedua tangan Arkan dari pipi dan kepalanya. Nesya duduk di sofa yang ada di dekat tempat tidur tanpa ingin

