Belive You

1719 Kata

"Ikut saya." Alvira hanya menurut ketika cowok itu melepaskan pelukannya dan menggenggam jemari Alvira erat. Mereka mulai berjalan bersisihan, menyusuri lorong-lorong panjang yang seolah tanpa ujung. Meski begitu, Alvira tidak takut akan tersesat ataupun terluka, karena ia tahu~ jika Adreno akan selalu melindunginya. Setelah berjalan hampir lima menit, akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu kayu besar, berwarna putih pucat dengan ukiran-ukiran rumit di sisi kanan dan kirinya. Belum sempat Alvira mengagumi seluruh bagian pintu unik itu, Adreno sudah lebih dulu membukanya dan menarik tangannya keluar. Alvira mengerutkan kening ketika cowok itu menyibakkan semak-semak dan rumput tinggi yang menghalangi jalan mereka. Sedetik, Alvira tidak bisa menahan dirinya untuk mengukir senyuman. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN