Hari ini minggu. Harusnya Alvira masih terbaring di bawah selimut sampai jam delapan pagi. Tapi tidak untuk hari ini, bahkan dirinya sudah rapi di saat jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Alvira setengah berlari menuruni anak tangga, sesekali membenarkan letak tali tas slempangnya yang terjatuh. Alvira memekik saat dirinya hampir saja menabrak Reyhan yang akan naik ke atas. Sang sepupu menggerutu dan bergumam tidak jelas sebelum melanjutkan langkahnya. Sampai di anak tangga terakhir, Alvira berbalik, teringat sesuatu. "Eh Rey, anterin gue ke rumah sakit dong. Gue males naik taksi. Lo gak mau sekalian jenguk Adreno?" Langkah Reyhan terhenti. Ia menoleh dan menatap sang sepupu dengan sebelah alis terangkat. "Gak ah, males. Orangnya aja belum bangun-bangun. Yang ada malah gue ng

