Sejauh ini kehidupan rumah tangga Mer dan Jayusman terbilang baik-baik saja. Namun bukan berarti tanpa riak. Adalah percikan kecil seperti tes ombak, apakah mereka benar-benar pasangan yang direstui semesta? Seperti kali ini. Jayusman protes karena Mer terlalu mandiri. Acap kali hal ini menjadi pangkal permasalahan di antara mereka berdua. "Mer, aku mampu kok nafkahi kamu, Ibu juga tiga adikmu." Mer menoleh, ia tengah membuat laporan pesanan dari restoran-restoran langganannya. Ia kini bisa mengoperasikan komputer, di ajari Jayusman dan Dika. Kedua matanya memejam. Bukan tanpa alasan ia hingga detik ini masih bekerja, masih menekuni usaha yang dirintisnya dua tahun lalu. Suara dengkusan Mer disalah-artikan Jayusman, hingga lelaki itu menatapnya tajam. "Bang, sebelum nikah aku udah k

