| "Markus! Sedikit aja lo sentuh dia--" telunjuk Mer terangkat. Markus mengangkat kedua tangannya saat ia akan mengusap kepala Diva. Dengan senyum mengejek lelaki itu menghampirinya. "Lepaskan dia!" titah Mer. Markus melirik Diva lalu tersenyum penuh arti. "Dia pasti nikmat..." "Markus!" gelegak emosi membumbung hingga ubun-ubun Mer. Mendapat sentakan serupa itu, lagi-lagi Markus hanya tersenyum lalu berbalik mendekat ke arah Mer. Kini lelaki itu benar-benar berada di hadapannya. Menatapnya dan kali ini ia berhasil menyentuh rambut, jemarinya menyusuri bingkai wajah Mer. "Lo akan berikan paha dan d**a lo?" seringainya. Mer memundurkan wajahnya. "Hitung-hitung ganti adik lo..." Mer tetap waspada, gadis itu memicingkan matanya. Dia berusaha menghindari tiap sentuhan Markus.

