Bab 18

3495 Kata

18. SEBUAH PENGAKUAN  Wanita bijak itu tetap tegar walau sering kali tersakiti..   Perasaan marah, sedih, benci, dan jijik bercampur menjadi satu. Hati Umi terus saja berperang didalamnya. Dia bingung harus bersikap seperti apa saat ini. Ketika semua pertanyaan yang selama ini hanya berputar dikepala Umi terjawab sudah. "Mi..." panggil Hans. "Jangan menatap ku seperti itu. Kamu mau kan membantu ku sembuh?" Umi berusaha menahan semua perasaannya dalam-dalam. Kali ini dia tidak boleh egois. Jangan gunakan hati jika terhimpit dalam masalah besar seperti ini. Tapi Umi berusaha menggunakan pikirannya. "Bang... kenapa kamu gak jujur dari awal" ucap Umi. "Kenapa kamu tega mempermainkan ku seperti ini. Apa salah ku? Apa bang. Jawab aku. Kenapa harus aku" isaknya. Semakin kuat dia menahan sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN