Bab 24

4281 Kata

24. INTROSPEKSI  Dalam hening, angin yang menjadi saksi perasaan tulus ini. Aku hanya berharap ia berhembus dihadapan mu. Menyampaikan seluruh maksud hati. Yang selalu ku sebut sebagai cinta. Cinta yang sejak dulu selalu sama..   "Ya Tuhan.. Umi...!!!" Teriak sang mama ketika masuk kedalam kamar Umi dan Hans. Posisi tubuh Umi masih sama, memeluk Hans. Bahkan tubuh Umi masih diangkat tinggi oleh Hans dengan kedua kaki Umi melingkar indah di pinggul Hans. Sungguh bagi Umi ini merupakan pemandangan memalukan baginya dan Hans didepan mama. Karena tadi terlalu bahagia, Umi bahkan lupa menutup pintu kamar kembali dan langsung saja menerjang Hans. "Aa.. aa.. mama.." ucap Umi salah tingkah. Tubuhnya sudah diturunkan Hans, dan bersembunyi dibalik tubuh besar Hans. "Untung bukan Adel yang keka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN